Berwisata tidak selalu tentang berpindah dari satu titik ke titik lain menggunakan kendaraan. Terkadang, untuk benar-benar merasakan jiwa sebuah kota, kita harus melangkah di atas trotoarnya.
Paket 5: Pejalan Kaki & Literasi Budaya dirancang khusus bagi Anda yang menyukai eksplorasi mendalam (slow travel).
Dengan kuota minimal 4 orang, paket ini sangat cocok untuk grup pertemanan, keluarga, atau komunitas yang ingin mendapatkan pengalaman wisata edukasi dan budaya di Surakarta secara intim dan interaktif.
Pesta Kuliner Pagi di Pasar Gede
Perjalanan kita dimulai pada pukul 09:00 di Pasar Gede Hardjonagoro. Berada di kawasan Pecinan, pasar yang dirancang oleh arsitek Thomas Karsten ini adalah surga bagi para pecinta kuliner. Sambil menikmati arsitektur perpaduan Jawa-Tiongkok, pemandu akan mengajak Anda berburu sarapan dan jajanan legendaris. Anda wajib mencicipi segarnya Es Dawet Telasih, manisnya berbagai jajanan pasar (lenjongan), hingga aroma khas kopi lokal. Energi dari pasar tradisional ini akan menjadi bekal sempurna untuk perjalanan kita selanjutnya.
Eksplorasi Sudut Kota Melalui Walking Tour
Tepat pukul 10:15, kita akan memulai sesi Walking Tour. Dipandu oleh guide lokal yang berpengalaman, Anda akan diajak menyusuri jalan-jalan bersejarah di pusat Kota Solo. Berjalan kaki memungkinkan kita melihat detail yang sering terlewat jika berkendara—mulai dari relief kuno, bentuk bangunan perpaduan kolonial dan Jawa, hingga interaksi hangat warga lokal. Pemandu akan membagikan storytelling menarik tentang sejarah tersembunyi di balik bangunan-bangunan yang kita lewati, menjadikan setiap langkah sarat akan pengetahuan baru.
Edukasi Tosan Aji di Museum Keris Nusantara
Setelah mengistirahatkan kaki dan menikmati makan siang (ISHOMA), perjalanan berlanjut pukul 13:30 ke Museum Keris Nusantara. Memahami budaya Jawa tidak lengkap tanpa mengenal pusakanya. Di museum modern yang terletak di kawasan Sriwedari ini, Anda akan diedukasi mengenai proses pembuatan keris oleh para Empu, filosofi lekukan (luk), hingga pamor keris. Museum ini memberikan perspektif baru bahwa keris bukan sekadar senjata mistis, melainkan mahakarya seni metalurgi Nusantara yang telah diakui oleh UNESCO.
Menggali Literasi Kuno di Museum Radyapustaka
Pada pukul 14:45, kita bergeser sedikit menuju Museum Radyapustaka, museum tertua di Indonesia. Bagi pecinta literasi dan sejarah, tempat ini adalah oase. Di sini, Anda dapat melihat langsung naskah-naskah kuno bertuliskan aksara Jawa, primbon, hingga buku-buku peninggalan masa kerajaan. Koleksi unik seperti arca perunggu, wayang kulit kuno, dan patung Rajamala akan melengkapi pemahaman Anda tentang seberapa tinggi peradaban literasi dan kebudayaan masyarakat Jawa di masa lampau.
Ketenangan Sore di Pelataran Masjid Zayed
Sebagai penutup dari rangkaian perjalanan edukasi yang padat, kita akan menuju Masjid Raya Sheikh Zayed di kawasan Gilingan pada pukul 16:15. Bangunan masjid yang merupakan miniatur dari Grand Mosque di Abu Dhabi ini menawarkan kemegahan arsitektur yang memukau. Setibanya di sana, Anda bisa melaksanakan ibadah, berfoto di area pelataran yang luas dengan lantai marmer putih yang bersih, atau sekadar duduk bersantai menikmati angin sore. Suasana spiritual dan damai di masjid ini akan me-recharge kembali energi Anda setelah seharian berjalan kaki.
Jadikan liburan Anda di Solo lebih dari sekadar jalan-jalan biasa. Dapatkan pengalaman berharga, tubuh yang lebih sehat, dan wawasan budaya yang luas bersama rombongan Anda.